Kenapa Mobil Otonom dengan Teknologi Canggih Ditolak dimana-dimana?

ASC PEDIA – Seperti Yang kita ketahui, perkembangan teknologi sangat signifikan. Terutama Perkembangan teknologi di dunia Otomotif. Teknologi Otonom yang diterapkan di Dunia Otomotif mendapat reaksi keras bahkan penolakan di beberapa Perusahaan yang memproduksi Mobil.

Karena Terkait beberapa insiden yang telah terjadi selama ujicoba. Salah satu Insiden terparahnya adalah mobil otonom Menabrak Salah satu Pejalan kaki yang mengakibatkan adanya korban jiwa.

Perusahaan bahkan negara mana saja yang menolak Mobil Otonom? Berikut ASC Pedia telah merangkum beberapa Peristiwa Reaksi Keras bahkan penolakan Teknologi Otonom yang diterapkan di Dunia Otomotif Khususnya Mobil.

  • Mobil Otonom di Amerika Serikat

Pengujian mobil otonom di Amerika Serikat mendapat perlawanan keras dari warga Arizona. Salah satu mobil otonom yang lagi dites jalan, Chrysler Pacifica karya Waymo, mendapat perlawanan keras dari masyarakat Arizona.

Setidaknya 21 insiden serangan warga telah terjadi selama dua tahun terakhir, termasuk merusak ban dan melempari batu.

Situasi berbahaya lain yang terjadi yaitu saat seseorang yang digambarkan pihak kepolisian “mabuk berat” memutuskan berdiri di tengah jalan persis di depan arah Pacifica melaju. Aksi orang itu dikatakan karena tidak mau lagi mobil otonom ada di sekitar. Selain itu pengemudi Pacifica juga pernah dilambaikan senjata revolver kaliber 22.

  • Produsen teknologi asal Kanada

Produsen teknologi asal Kanada, Blackberry, mengungkap bahwa mobil otonom rentan diretas kemudian diubah menjadi “senjata”. Hal itu diungkap oleh sang CEO perusahaan yang dikenal menghasilkan ponsel pintar tersebut, John Chen.

Chen menjelaskan, teknologi otonom diprogram menggunakan kode-kode yang lebih banyak dari pesawat tempur. Dari situ dia menilai mobil otonom bakal menjadi target para peretas, mengeksploitasi kelemahannya untuk kemudian disusupi virus. 

Artikel Terkait :

“Sebuah mobil dapat dengan mudah terinfeksi virus dan kemudian menjadi senjata. Jika peretas bisa bertahan, Anda bisa membayangkan apa yang mampu mereka lakukan,” kata Chen seperti diberitakan The Telegraph pekan lalu.

“Regulasi dan keselamatan dan teknologi keamanan perlu dikembangkan dengan baik sebelum saya pikir siapapun mengizinkan mobil ini di jalanan. Mobil otonom masih punya banyak ‘human error’ dan kontrol keselamatan,” ucap Chen.

  • Mobil Otonom di Tolak BMW

Di saat banyak produsen berkompetisi mengembangkan mobil otonom, Bayerische Motoren Werke atau BMW justru tak tertarik bermain ke ranah itu. Pada penyelenggaraan Geneva Motor Show 2018, juru bicara BMW, Wieland Bruch, mengatakan bahwa mereka tetap fokus untuk menghadirkan kendaraan yang dilengkapi dengan setir kemudi dan pedal.

Salah satu alasan yang membuat pabrikan asal Jerman ini  belum ingin mengembangkan kendaraan otonom  adalah karena mereka percaya, konsumen BMW adalah mereka yang mencari kesenangan berkendara. 

“Kunci kesuksesan kami di masa depan adalah ‘kita harus tetap mengemudi’. Kalaupun nantinya model BMW yang akan datang dapat melaju secara otonom, kami tetap akan menghadirkan lingkar kemudi dan pedal pada mobil otonom itu, ” jelas Bruch.

“Kami tidak memiliki mobil yang sedang dikembangkan di mana tidak ada pedal atau tidak ada setir,” tuturnya Bruch lebih lanjut.

Di sisi lain, komitmen soal ini juga telah mereka katakan sejak 2016 silam, saat mereka memperkenalkan contoh konsep mobil masa depan mereka melalui Vision Next 100. 

“Pesan utama mobil ini adalah masih memiliki setir. BMW akan selalu memiliki setir di mana fokusnya adalah menghadirkan mobil yang dapat menciptakan kenikmatan berkendara,” ujar Kepala Komunikasi Produk dan Merek di BMW, Eckhard Wannieck.

  • Hyundai Hati-hati Kembangkan Mobil Tanpa Sopir
Hyundai Motor menyampaikan kehati-hatiannya untuk mengembangkan kendaraan tanpa sopir (autonomous vehicles) karena faktor keamanan. Hal itu di ungkapkan pada hari Selasa setelah mobil tanpa sopir Uber menabrak dan menewaskan seorang wanita di Amerika Serikat.

“berhati-hati dalam rencana produksi masal mobil tanpa sopir,”
 “Saat kami mengevaluasi kendaraan tanpa sopir buatan perusahaan lain, mereka memiliki standar keamanan yang lebih longgar,”
“Tidak ada yang tau pasti apa yang bisa menyebabkan kecelakaan.” Ujar Yoon Sung-hoon, seorang direktur di Hyundai Motor

Hyundai, yang lambat dalam mengembangkan kendaraan tanpa sopir, mengatakan rencananya mengkomersialkan kendaraan tanpa sopir level 4, yaitu kendaraan yang dapat beroperasi tanpa campur tangan atau pengawasan manusia dalam kondisi tertentu, pada tahun 2021.

  • Toyota Meragukan Teknologi Mobil Otonom dan masih mengembangkan Penelitian lebih lanjut
Salah satu raksasa otomotif dunia, Toyota, menyimpulkan masih butuh waktu untuk meneliti efek pada penumpang bila kendaraan otonom beraksi pada potensi kecelakaan. Penelitian besar dan mendalam tentang hal itu sudah dilakukan Toyota pada 2016-2017 namun tidak ditemukan jawaban pasti.
 
Toyota sempat melakukan penelitian terhadap reaksi tubuh penumpang di mobil otonom ketika dihadapkan pada manuver menghindari kecelakaan. Tes dilakukan terhadap 87 sukarelawan di area pengetesan khusus di kawasan Universitas Michigan di Ann Arbor, Michigan, Amerika Serikat, pada 2016 hingga 2017.

“Kami mau bisa menawarkan pengembangan teknologi, berdasarkan postur tubuh baru mana yang mungkin muncul di dalam kendaraan dengan teknologi menghindar kecelakaan otomatis,” ucap Jason Hallman.

Peneliti Toyota mengukur bagaimana tubuh mereka bergerak saat kejadian itu.
 
Hasilnya mengejutkan sebab tidak ditemukan pola pasti reaksi tubuh manusia saat kondisi berkendara berubah drastis. Beberapa sukarelawan merespons bersiap kecelakaan, sebagian membiarkan sabuk pengaman menjaga mereka, dan lainnya bergoyang ke arah berbeda-beda.

“Kami menemukan jumlah besar variasi. Sebelum ini semua orang berasumsi kami telah menemukan sesuatu, kami sudah tahu, atau kami bisa memprediksi di mana penumpang duduk,” ucap Hallman.

Toyota menyatakan bakal melakukan studi lanjutan pada tahun ini. Upaya tambahannya, Toyota akan mendengarkan masukan dari penyuplai komponen dan konsumen.
 
Demikianlah Beberapa Peristiwa Atas Reaksi Keras dari Teknologi yang diterapkan di Mobil. Semoga Kedepan Teknologi Otonom berupa Teknologi AI (Artificial Inteligence) semakin dikembangkan dan diperbarui dalam dunia Otomotif dan lebih mementingkan keselataman untuk orang banyak. Semoga Artikel Ini Bermanfaat. [ASC]
 
Baca Juga :

Apa Komentarmu?

%d bloggers like this: